September 27, 2023

Halo Sahabat Sehat! Tahukah kamu bahwa sistem kekebalan yang berada dalam tubuh manusia berperan penting untuk melawan setiap benda asing (antigen) yang masuk serta menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sistem ini akan melindungi tubuh terhindar dari berbagai macam penyakit, infeksi, dan membantu proses pemulihan.

Mengenal komponen dalam imunitas tubuh

Seperti yang diketahui bahwa sistem imun adalah sistem perlawanan yang kompleks atau rumit. Sebanyak 5 liter cairan yang terdiri dari darah dan getah bening ini dikenal sebagai elemen penyokong keberlangsungan kerja imunitas tubuh.

daya tahan tubuh imunitas
Foto; Freepik.com

Sel darah putih yang bekerja selayaknya pasukan tentara yang akan menyerang musuh, yakni benda asing yang mengganggu tubuh. Fagosit dan limfosit adalah jenis sel darah putih yang memiliki tugas berbeda.

Fagosit bisa berpindah melalui pembuluh darah dan jaringan untuk menyingkirkan berbagai jenis organisme patogen atau toksin penyebab penyakit. Sedangkan limfosit yang terdiri dari sel B, sel T, sel natural killer (NK) membantu kerja fagosit untuk menyiapkan suatu antibodi melawan bakteri virus, dan toksin yang masuk ke dalam tubuh.

Apa penanda tubuh terhadap benda berbahaya?

Munculnya demam dan inflamasi atau peradangan adalah kondisi yang kurang nyaman. Meski demikian, kedua tanda klinis ini menunjukkan bahwa tubuh sedang mengalami perlawanan terhadap kuman patogen.

demam
Foot: Pexels.com

Demam artinya tubuh melepaskan sel darah tubuh untuk mendekati benda asing, sehingga metabolisme tubuh meningkat dan pertumbuhan kuman bisa dihentikan. Sedangkan, inflamasi terjadi saat sel yang mengalami kerusakan dalam tubuh melepaskan zat kimia, yakni histamin. Senyawa inilah yang menyebabkan dinding sel mengalami pelebaran.

Perlunya tidur dan paparan sinar matahari 

Tidur malam minimal 5 jam akan membantu sistem kekebalan tubuh kamu bekerja optimal. Kurang dari itu, sistem bisa mengalami tekanan dan “depresi”, sehingga kamu rentan terkena penyakit, misalnya pilek, flu, dan infeksi.

Selain itu, paparan sinar matahari membuat tubuh mampu menghasilkan vitamin D secara alami. Proses ini akan memerangi diri terhadap timbulnya depresi, penyakit jantung, jenis kanker tertentu, dan penyakit autoimun.

Namun, terpapar sinar matahari yang terlalu lama juga bisa merusak sistem imun hingga menyebabkan kanker kulit. Oleh karenanya, para ahli merekomendasikan kamu untuk melindungi kulitmu dengan penggunaan tabir surya yang dilengkapi dengan Sun Protection Factor (SPF) minimal 30 dan tahan air.

Daya tahan tubuh sangat dipengaruhi oleh stres. Pelepasan hormon stres berlebihan, yakni kortisol dan adrenalin akan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, misalnya cemas, depresi, gangguan tidur, dan terganggunya konsentrasi.

Kamu bisa menjaga sistem imunitas tubuh dengan cara selalu bahagia dan tertawa. Wah cara ini akan membuat daya tahanmu tetap kuat. Jaga kesehatan, Sahabat Sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

About the Author

apt. Oktaviany Irma Wiputri, M. Farm. Klin

Clinical Pharmacist, Health Writer, Educator.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *