September 27, 2023

Halo Sahabat Sehat, sekarang ini banyak metode diet untuk menurunkan berat badan bermunculan, mulai dari intermitten fasting, diet keto, diet vegan, hingga diet golongan darah. Termasuk salah satu diet yang popular digunakan adalah diet tinggi proteinApa itu? Yuk, simak di sini!

Apa itu protein, manfaatnya, dan sumbernya?

Protein merupakan salah satu zat gizi yang menyumbangkan energi. Bukan hanya itu, tapi juga berguna dalam pertumbuhan dan perkembangan, pembentukan massa otot, serta pemulihan pasca olahraga atau saat cedera (recovery).

suber protein
Foto: Unsplash.com

Diet tinggi protein merupakan salah satu jenis diet dengan cara mengonsumsi makanan tinggi protein melebihi standar kebutuhan dalam sehari. Ada banyak sekali sumber protein yang bisa dikonsumsi. Beberapa makanan sumber protein yang disarankan, di anataranya ikan, seafood, daging ayam tanpa lemak, telur ayam, daging merah, kacang-kacangan dan biji-bijian, dan produk susu yang low fat.

Berapa kebutuhan protein yang disarankan?

Kebutuhan protein pada orang dewasa sehari normalnya adalah 0,8 g/kgBB /hari (16% – 21% total energi), sedangkan untuk menurunkan berat badan dapat meningkatkan asupan protein menjadi 1 – 1,6 g/kg BB/hari (27% – 35% total energi).  Batas konsumsi protein dalam sehari adalah 2 g/kg BB/hari, hal itu masih aman dikonsumsi oleh orang dewasa sehat, bahkan bagi orang yang aktif berolahraga dapat mengonsumsi protein hingga 3,5 g/kg BB/hari.

Diet tinggi protein boleh dilakukan, dengan catatan jumlahnya tidak melebihi batas konsumsi yang dianjurkan tersebut. Konsumsi protein yang terlampau tinggi berisiko menyebabkan gangguan sistem pencernaan dan gangguan sistem pembuluh darah.

Apa saja manfaat dari diet tinggi protein?

Tahukah Sahabat Sehat, diet tinggi protein sudah terbukti dapat menurunkan BB, mempengaruhi komposisi tubuh dan meningkatkan atau menjaga fat-free mass yang dapat mencegah obesitas dan dampaknya. Diet tinggi protein dapat membantu kamu menurunkan BB salah satunya karena dapat memberikan rasa kenyang lebih lama disebabkan konsumsi makanan tinggi protein dapat meningkatkan hormon rasa kenyang (anorexigenic hormon) dan meningkatkan metabolisme.

makanan tinggi protein
Foto: Unsplash.com

Apakah bisa dilakukan semua orang?

Di samping manfaatnya, ada beberapa kondisi kondisi yang menyebabkan seseorang tidak dapat melakukan diet tinggi protein. Misalnya, seseorang yang sudah mengalami gangguan ginjal tetapi belum menjalankan cuci darah, seseorang yang mengalami fenilketonuria, dan homocysturia.

Bagi Sahabat Sehat yang mengalami hypercholestrol dapat menjalani diet tinggi protein tetapi wajib memperhatikan jenis sumber protein yang dikonsumsi. Disarankan untuk mengonsumsi jenis protein rendah lemak atau yang mengandung banyak lemak tidak jenuh seperti kacang almond, tempe, ikan, dan daging tanpa lemak.

Jika kamu ingin menurunkan berat badan dengan diet tinggi protein, lakukanlah dengan tetap memperhatikan kebutuhan kalori dan zat gizi dalam sehari. Akan lebih baik jika berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli gizi.

Selain itu, saat menjalankan diet tinggi protein disarankan disertai dengan lebih banyak konsumsi makanan yang mengandung lemak tidak jenuh dan tinggi serat. Perhatikan pula asupan cairan dalam sehari dan rutin lakukan aktivitas fisik atau olahraga untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Sahabat Sehat yang ingin melakukan diet tinggi protein.

Ditulis oleh:

 

Hanan Fatima, S.Gz
Mahasiswa Profesi Dietisien
IPB University

 

Referensi

Marina V, Altashina EV, Ivannikova EA. (2020). High Protein Diet: Benefits and Risks. Obesitas and Metabolism. 17(4):393-400. 10.1039/c5fo01530h

 Moon J, Koh G. (2020). Clinical Evidence and Mechanisms of High-Protein Diet-Induced Weight Loss. Journal of Obesity and Metabolic Syndrome. 29:166-173. https://doi.org/10.7570/jomes20028

Pesta DH, Samuel VT. (2014). A High-Protein Diet for Reducing Body Fat: Mechanisms and Possible Caveats. Nutrition and Metabolism. 11(53):1-8. http://www.nutritionandmetabolism.com/content/11/1/53

Wu, G. (2016). Dietary Protein Intake and Human Heatlh. The Royal Society of Chemistry. 7:125-1265. 10.1039/c5fo01530h

About the Author

Zafira Raharjanti

Lulusan Teknologi Pangan, Universitas Diponegoro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *